Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Way Kanan Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026, Wujudkan Pengawasan Pemilu yang Berakar dari Masyarakat

Sr

Sukindra Rahayu,

Way Kanan, 19 September 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bawaslu Way Kanan dalam mendorong tumbuhnya kesadaran pengawasan pemilu yang berakar langsung dari tengah masyarakat menjadikan setiap warga sebagai bagian aktif dari ekosistem pengawasan demokrasi di Kabupaten Way Kanan.

Program P2P merupakan salah satu agenda strategis Bawaslu Way Kanan dalam menjalankan fungsi pencegahan dan sosialisasi pengawasan pemilu secara partisipatif. Melalui program ini, Bawaslu Way Kanan memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat umum terkait mekanisme pengawasan pemilu, cara mendeteksi potensi pelanggaran, serta tata cara pelaporan yang benar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku menjadikan setiap peserta sebagai kader pengawas partisipatif yang siap bergerak di lingkungannya masing-masing.

Kegiatan P2P Tahun 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang dan elemen masyarakat di Kabupaten Way Kanan mencerminkan semangat inklusivitas yang menjadi salah satu nilai utama dalam program pengawasan partisipatif Bawaslu Way Kanan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, dalam sambutannya menegaskan bahwa P2P bukan sekadar program seremonial yang datang dan pergi tanpa dampak nyata. Ia adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi pengawas pemilu yang lahir dari rahim masyarakat itu sendiri.

"Pendidikan Pengawas Partisipatif ini adalah salah satu program yang paling kami banggakan. Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi kami ingin mereka menjadi bagian aktif dari pengawasan pemilu. Karena pemilu yang bersih dan berintegritas tidak akan pernah terwujud tanpa keterlibatan nyata dari seluruh lapisan masyarakat," ujar Sukindra Rahayu.

Sukindra juga menekankan bahwa melalui P2P, Bawaslu Way Kanan berupaya memperluas jangkauan pengawasan yang selama ini terbatas oleh jumlah pengawas formal yang ada dengan membangun jaringan pengawas partisipatif yang tersebar luas di seluruh pelosok Kabupaten Way Kanan.

"Bawaslu memiliki keterbatasan dalam hal jumlah pengawas formal. Tapi dengan P2P, kami sedang membangun ribuan mata dan telinga yang siap mengawal demokrasi di lingkungan mereka masing-masing. Setiap peserta yang kami didik hari ini adalah investasi nyata bagi kualitas Pemilu 2029 yang akan datang," tegasnya.

Sukindra juga berpesan kepada seluruh peserta agar ilmu yang diperoleh dalam P2P tidak berhenti di ruangan ini, melainkan segera diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat di sekitar mereka.

"Bawa pulang ilmu ini, ceritakan kepada keluarga, tetangga, dan komunitas kalian. Jadilah agen perubahan demokrasi di lingkungan masing-masing. Karena satu orang yang sadar dan berani mengawasi bisa membuat perbedaan yang sangat besar bagi kualitas demokrasi kita," pungkas Sukindra Rahayu.

Bawaslu Way Kanan berharap kegiatan P2P Tahun 2026 ini dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang cerdas, kritis, dan berani yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian suara rakyat dan memastikan Pemilu 2029 di Kabupaten Way Kanan berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis: Tim Humas Bawaslu Way Kanan Editor: Redaksi 

Publikasi: Sabtu, 19 September 2026