Bawaslu Way Kanan Cetak Kader Digital P2P, Fokus Tangkal Hoaks dan Politik Uang
|
WAY KANAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan resmi menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), sabtu (19/9).
Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada pengawasan tatap muka di lapangan, P2P kali ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas literasi digital dan mitigasi kerawanan informasi di media sosial.
Langkah ini diambil untuk merespons pergeseran pola kecurangan dan kampanye hitam (black campaign) yang makin masif bergerak di ruang siber. Peserta P2P yang didominasi oleh elemen pemuda, aktivis kampus, dan organisasi kemasyarakatan dibekali keterampilan melakukan analisis konten, pengaduan cepat berbasis aplikasi, serta teknik verifikasi fakta (fact-checking).
Anggota Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Arif Rahman, menegaskan bahwa keterbatasan jumlah personel Bawaslu harus ditutupi dengan kolaborasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda yang familiar dengan ekosistem digital.
"Masyarakat bukan lagi sekadar penonton demokrasi, melainkan benteng pertahanan utama. Lewat P2P ini, kita tidak hanya mencetak pengawas yang hadir secara fisik, tetapi juga kader yang mampu menjadi filter informasi dan berani melaporkan indikasi politik uang maupun hoaks yang beredar di media sosial," ujar Arif Rahman saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Melalui program ini, alumni P2P Way Kanan diharapkan dapat membentuk simpul-simpul komunitas pengawas mandiri hingga tingkat desa (kampung), sekaligus mempercepat alur pelaporan informasi awal jika ditemukan dugaan pelanggaran penyelenggaraan pemilu maupun pilkada.
Foto : Nuryanti
Editor : Humas Bawaslu Way Kanan