Apel Senin, Sigit Suwardi: Bukan Seberapa Ahli, Tapi Seberapa Tajam Alat yang Kamu Asah
|
Way Kanan — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan menggelar apel rutin mingguan di halaman Sekretariat Bawaslu Way Kanan, Senin (21/9/2026). Dipimpin oleh Anggota Bawaslu Way Kanan, Sigit Suwardi, selaku pembina apel, kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pimpinan dan staf sekretariat ini kembali menghadirkan pesan yang sederhana namun menggugah semangat.
Mengawali amanatnya, Sigit Suwardi menyampaikan sebuah analogi yang mengena tentang seorang pengrajin kayu yang memiliki kapak terbaik, namun tidak pernah mengasahnya. Sebagus apapun kapak itu, jika tidak diasah maka ia akan tumpul dan tidak akan pernah menghasilkan karya terbaik. Hal yang sama berlaku bagi setiap pengawas pemilu keahlian yang tidak terus diasah akan kehilangan ketajamannya dan tidak akan pernah tepat sasaran saat paling dibutuhkan.
"Yang menentukan kualitas pekerjaan kita bukan seberapa ahli kita hari ini, tapi seberapa konsisten kita mengasah kemampuan kita setiap harinya. Alat yang tajam akan bekerja efektif dan tepat sasaran alat yang tumpul hanya akan menguras tenaga tanpa hasil yang optimal. Jadilah pengawas yang terus mengasah diri, bukan yang puas dengan kemampuan yang ada," ujar Sigit Suwardi.
Sigit juga mengingatkan bahwa dalam konteks pengawasan pemilu, "alat kerja" yang dimaksud bukan hanya kemampuan teknis semata tetapi juga meliputi pemahaman regulasi yang terus diperbarui, kepekaan dalam mendeteksi potensi pelanggaran, kemampuan komunikasi yang efektif dengan masyarakat, hingga integritas yang harus terus dijaga dan diperkuat setiap saat.
"Regulasi pemilu terus berkembang, tantangan di lapangan terus berubah, dan masyarakat yang kita layani semakin kritis. Maka kita tidak boleh berhenti belajar. Asah terus kemampuan kita pelajari aturan terbaru, tingkatkan cara berkomunikasi dengan masyarakat, perkuat integritas. Karena pengawas yang tajam adalah pengawas yang selalu relevan dan selalu siap menghadapi tantangan apapun yang datang," tegasnya.
Sigit menutup amanatnya dengan mendorong seluruh jajaran untuk menjadikan proses pengasahan diri bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari kebanggaan menjadi seorang pengawas pemilu yang profesional dan berdampak.
"Jangan pernah merasa sudah cukup pintar atau sudah cukup berpengalaman. Justru pengawas terbaik adalah yang paling rajin belajar dan paling rendah hati untuk terus memperbaiki dirinya. Karena saat pemilu tiba dan kita diuji di lapangan hanya mereka yang sudah mengasah dirinya dengan baik yang akan tampil tajam, tepat sasaran, dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Way Kanan," pungkas Sigit Suwardi.
Apel rutin mingguan Bawaslu Way Kanan yang selalu diisi dengan pesan-pesan bermakna ini terus menjadi forum konsolidasi yang efektif dalam membangun semangat, mempertegas arah kerja, dan memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu yang profesional dan berintegritas di Kabupaten Way Kanan.
Penulis: Tim Humas Bawaslu Way Kanan Editor: Redaksi