Lompat ke isi utama

Berita

Momentum Hari Buruh Nasional, Bawaslu Way Kanan Ajak Masyarakat Jadi “Buruh Demokrasi”

Sukindra Rahayu,

WAY KANAN — Dalam momentum peringatan Hari Buruh Nasional, Ketua Bawaslu Way Kanan Sukindra mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi melalui penguatan pencegahan dan pengawasan partisipatif, Jumat (1/05/2026).

Ajakan tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Way Kanan, Sukindra, yang menilai bahwa makna buruh tidak hanya terbatas pada pekerja di sektor formal, tetapi juga dapat dimaknai sebagai individu yang berkontribusi dalam menjaga proses demokrasi tetap sehat dan berintegritas.

“Demokrasi yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Di sinilah pentingnya peran sebagai buruh demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya pencegahan pelanggaran pemilu harus menjadi perhatian bersama. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah meningkatkan edukasi politik kepada masyarakat guna menekan potensi pelanggaran seperti politik uang, kampanye hitam, hingga penyalahgunaan kewenangan.

Ia juga menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Dengan keterlibatan masyarakat secara luas, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh lembaga resmi, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

“Ketika masyarakat memiliki kesadaran dan keberanian untuk ikut mengawasi, maka peluang terjadinya pelanggaran akan semakin kecil. Itu adalah bentuk nyata kontribusi sebagai buruh demokrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, turut menekankan bahwa peringatan Hari Buruh Nasional harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi, melainkan aktif berpartisipasi dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif masyarakat akan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan pemilu yang berintegritas,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat, Bawaslu Way Kanan optimistis kualitas demokrasi di daerah akan terus meningkat, seiring tumbuhnya kesadaran publik dalam menjalankan peran sebagai pengawas yang aktif dan bertanggung jawab.

Penulis dan Editor : Nurul Azmi

Foto : Incka AW