Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Komitmen Literasi Demokrasi, Ketua Bawaslu Way Kanan Sukindra Rahayu Serahkan Sumbangan Buku untuk Masyarakat

Bawaslu wk

Penyerahan Buku oleh Ketua Bawaslu Way Kanan.

Way Kanan, 5 Mei 2026 — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, didampingi Anggota Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, melaksanakan penyerahan sumbangan buku sebagai bentuk nyata partisipasi Bawaslu Way Kanan dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Way Kanan, Selasa (5/5/2026). Langkah ini merupakan wujud kepedulian Bawaslu Way Kanan terhadap pentingnya budaya membaca sebagai fondasi tumbuhnya masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam kehidupan berdemokrasi.

Bawaslu Way Kanan memandang bahwa gerakan literasi dan penguatan demokrasi merupakan dua hal yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Masyarakat yang memiliki budaya membaca yang kuat akan lebih mudah memahami hak-hak politiknya, lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar — termasuk hoaks dan disinformasi seputar pemilu — serta lebih aktif dalam berpartisipasi mengawasi jalannya proses demokrasi di lingkungannya.

Melalui penyerahan buku ini, Bawaslu Way Kanan berharap dapat memberikan kontribusi nyata, sekecil apapun, dalam mendorong tumbuhnya minat baca dan budaya literasi yang lebih kuat di tengah masyarakat Kabupaten Way Kanan. Buku-buku yang diserahkan diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat dan menginspirasi bagi para pembacanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, menyampaikan harapan besarnya agar sumbangan buku ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat betapa pentingnya literasi dalam kehidupan berdemokrasi.

“Kami meyakini bahwa pemilih yang cerdas lahir dari masyarakat yang gemar membaca dan terus belajar. Dengan membaca, masyarakat akan semakin paham tentang hak-hak politiknya, tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan, dan semakin berani bersuara ketika menyaksikan ketidakberesan dalam proses pemilu. Semoga buku-buku ini bermanfaat dan menjadi jendela ilmu bagi masyarakat Way Kanan,” ujar Sukindra Rahayu.

Sukindra juga menegaskan bahwa kontribusi Bawaslu Way Kanan dalam gerakan literasi ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari misi kelembagaan dalam mendorong partisipasi masyarakat yang berkualitas dalam proses demokrasi.

“Tugas Bawaslu bukan hanya mengawasi di hari pemungutan suara. Jauh sebelum itu, kami harus hadir di tengah masyarakat — mengedukasi, menginspirasi, dan mendorong kesadaran berdemokrasi. Menyumbangkan buku adalah salah satu cara kami hadir dan berkontribusi nyata di luar tugas-tugas formal pengawasan pemilu. Karena masyarakat yang terliterasi adalah aset terbesar demokrasi kita,” tambahnya.

Anggota Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, yang mendampingi langsung penyerahan buku tersebut turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi demokrasi yang berkelanjutan.

“Buku adalah investasi jangka panjang. Satu buku yang dibaca dengan sungguh-sungguh bisa mengubah cara pandang seseorang, termasuk dalam memahami pentingnya pemilu yang jujur dan adil. Kami berharap sumbangan kecil ini bisa memberikan dampak yang besar bagi kecerdasan dan kesadaran berdemokrasi masyarakat kita,” ujar Arif Rahman.

Penyerahan buku ini merupakan salah satu dari serangkaian upaya Bawaslu Way Kanan dalam menjalankan fungsi pendidikan politik dan sosialisasi pengawasan pemilu kepada masyarakat. Bawaslu Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi aktif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat — tidak hanya dalam konteks pengawasan pemilu secara formal, tetapi juga dalam mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas di Kabupaten Way Kanan.

Bawaslu Way Kanan berharap langkah sederhana namun bermakna ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam gerakan literasi demi melahirkan generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaulat dalam menentukan masa depan demokrasi di Kabupaten Way Kanan.