Lompat ke isi utama

Berita

Sukindra Rahayu Jadi Pemateri Pendidikan Politik di SMAN 1 Kasui, Bekali Siswa dengan Literasi Demokrasi dan Pengawasan Pemilu

Bawaslu wk

Sukindra Rahayu berfoto bersama ketua KPU dan Kepala Dinas Kesbangpol Way Kanan dan Siswa/i, Dewan Guru SMAN 1 Kasui, Senin(12/6).

Way Kanan, 12 Mei 2025 — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, tampil sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Way Kanan di SMA Negeri 1 Kasui, Senin (12/5/2025). Kegiatan yang menyasar kalangan pelajar ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun kesadaran politik dan demokrasi sejak dini kepada generasi muda sebagai calon pemilih masa depan bangsa.

Kegiatan pendidikan politik yang digelar Kesbangpol Way Kanan di SMAN 1 Kasui ini dihadiri oleh para siswa yang sebagian besar merupakan pemilih pemula atau calon pemilih yang akan segera memasuki usia hak pilih. Momentum ini dipandang sangat strategis oleh Bawaslu Way Kanan mengingat pemilih pemula merupakan segmen yang sangat penting sekaligus rentan — mereka memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam berpartisipasi, namun di sisi lain juga masih memerlukan pembekalan yang memadai agar dapat menggunakan hak pilihnya secara cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Kehadiran Ketua Bawaslu Way Kanan sebagai pemateri dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Bawaslu dalam menjangkau dan mengedukasi seluruh lapisan masyarakat — termasuk generasi muda di bangku sekolah — sebagai bagian dari program pendidikan pemilu yang berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparannya, Sukindra Rahayu menyampaikan materi yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar. Ia membekali para siswa dengan pemahaman mendasar tentang sistem demokrasi Indonesia, mekanisme penyelenggaraan pemilu, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya peran aktif generasi muda dalam mengawasi jalannya proses pemilu di lingkungan masing-masing.

Sukindra secara khusus menekankan kepada para siswa bahwa pemilu yang berkualitas bukan hanya tanggung jawab penyelenggara dan pengawas pemilu semata, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara — termasuk generasi muda yang akan segera menjadi bagian dari penentu arah bangsa melalui hak suaranya.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa yang akan segera memegang hak pilih. Satu suara yang kalian berikan kelak bukan sekadar angka — itu adalah ekspresi kehendak kalian sebagai warga negara yang berdaulat. Maka gunakanlah hak pilih itu dengan penuh kesadaran, tanpa tekanan dari pihak manapun, dan jangan pernah mau menukar suara kalian dengan iming-iming apapun,” ujar Sukindra Rahayu di hadapan para siswa.

Sukindra juga menyinggung pentingnya pemilih muda untuk kritis dan cerdas dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial menjelang maupun selama tahapan pemilu berlangsung — termasuk waspada terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten-konten yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Di era digital ini, kalian adalah generasi yang paling banyak terpapar informasi. Jadilah konsumen informasi yang cerdas — saring sebelum sharing. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang berkaitan dengan pemilu. Karena hoaks yang beredar bisa merusak proses demokrasi yang sudah kita bangun bersama dengan susah payah,” tegasnya.

Lebih jauh, Sukindra mendorong para siswa untuk tidak hanya menjadi pemilih yang pasif, tetapi juga menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing — dengan cara melaporkan setiap potensi pelanggaran pemilu yang mereka saksikan kepada Bawaslu melalui saluran-saluran yang tersedia.

“Kalian tidak perlu menunggu menjadi anggota Bawaslu untuk bisa mengawasi pemilu. Mulai dari lingkungan terdekat kalian — keluarga, teman, dan masyarakat sekitar. Jika kalian melihat ada yang mencurigakan, ada money politics, ada intimidasi — jangan diam. Laporkan kepada kami. Karena suara kalian dalam mengawasi adalah sama pentingnya dengan suara kalian dalam memilih,” pungkas Sukindra Rahayu.

Kegiatan pendidikan politik di SMAN 1 Kasui berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam diskusi yang dinamis bersama para pemateri. Keingintahuan mereka terhadap mekanisme pemilu, cara melaporkan pelanggaran, hingga peran Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu mencerminkan besarnya potensi generasi muda sebagai kekuatan pengawasan partisipatif yang sesungguhnya.

Antusiasme para siswa ini menjadi sinyal positif bahwa pendidikan politik yang dilakukan secara langsung dan interaktif di lingkungan sekolah memiliki dampak yang jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran berdemokrasi dibandingkan pendekatan yang bersifat satu arah semata.

Bawaslu Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus aktif hadir di tengah komunitas pemilih pemula melalui berbagai program pendidikan dan sosialisasi pemilu. Generasi muda yang terdidik secara politik dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pengawasan pemilu adalah investasi jangka panjang bagi kualitas demokrasi di Kabupaten Way Kanan.

Melalui sinergi yang terjalin bersama Kesbangpol Way Kanan dan berbagai institusi pendidikan di Kabupaten Way Kanan, Bawaslu Way Kanan berharap semangat berdemokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas dapat terus tumbuh subur di kalangan generasi muda — sebagai fondasi kokoh bagi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih baik.

Penulis dan Foto : Azmi dan Incka AW

Editor : Humas