Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah, Bawaslu Way Kanan Ajak Perkuat Sinergi Pengawasan Pemilu Berbasis Gerakan Kepemudaan
|
Way Kanan, 2 Mei 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026. Momentum hari jadi organisasi kepemudaan Islam terkemuka ini disambut Bawaslu Way Kanan dengan penuh kehangatan sebagai cerminan eratnya hubungan antara lembaga pengawas pemilu dengan elemen organisasi kemasyarakatan dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat di Kabupaten Way Kanan.
Pemuda Muhammadiyah yang lahir pada 2 Mei 1932 telah menorehkan perjalanan panjang selama 93 tahun dalam kancah pergerakan kepemudaan nasional. Organisasi yang lahir dari rahim Muhammadiyah ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kekuatan moral dan sosial yang konsisten berkontribusi bagi kemajuan bangsa — mulai dari perjuangan kemerdekaan, pembangunan nasional, hingga penguatan nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan di era modern.
Kiprah Pemuda Muhammadiyah yang membentang lintas generasi dan lintas zaman menjadikannya sebagai salah satu mitra strategis yang sangat potensial dalam mendukung penguatan pengawasan pemilu secara partisipatif di seluruh pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Way Kanan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, dalam pernyataan resminya menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi Pemuda Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan berdemokrasi, sekaligus mengajak organisasi tersebut untuk semakin mengambil peran aktif dalam pengawasan pemilu.
“Selamat Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah. Sembilan puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat — ini adalah bukti nyata konsistensi dan ketangguhan sebuah gerakan kepemudaan yang terus relevan sepanjang zaman. Bawaslu Way Kanan mengucapkan selamat dan berharap semangat pengabdian Pemuda Muhammadiyah terus membara, khususnya dalam ikut serta menjaga kemurnian demokrasi di negeri ini,” ujar Sukindra Rahayu.
Sukindra menambahkan bahwa organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah memiliki modal sosial yang sangat besar untuk berkontribusi dalam pengawasan pemilu, mengingat jaringan keanggotaannya yang luas hingga ke tingkat akar rumput.
“Pemuda Muhammadiyah hadir di hampir setiap sudut kampung dan kelurahan. Jaringan itulah yang kami butuhkan dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Ketika kader-kader Pemuda Muhammadiyah ikut mengawasi, melaporkan pelanggaran, dan mendidik masyarakat sekitarnya tentang pentingnya pemilu yang bersih — maka kita sedang membangun demokrasi dari bawah, dari akar rumput, secara nyata,” tegasnya.
Bawaslu Way Kanan menegaskan bahwa organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung tugas dan fungsi pengawasan pemilu. Setidaknya terdapat tiga peran utama yang dapat dimainkan oleh organisasi kepemudaan dalam ekosistem pengawasan pemilu, yakni:
Pertama, sebagai agen sosialisasi dan pendidikan pemilu di lingkungan masing-masing. Kader Pemuda Muhammadiyah yang tersebar luas di berbagai lapisan masyarakat dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan informasi tentang hak pilih, mekanisme pelaporan pelanggaran, serta pentingnya partisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilu.
Kedua, sebagai pengawas partisipatif yang mampu mendeteksi dan melaporkan potensi pelanggaran pemilu di lapangan. Dengan kehadiran di tengah masyarakat, kader Pemuda Muhammadiyah berada dalam posisi strategis untuk memantau praktik-praktik yang berpotensi mencederai integritas pemilu, seperti politik uang, intimidasi pemilih, maupun penyebaran hoaks dan ujaran kebencian berbasis isu SARA.
Ketiga, sebagai benteng moral demokrasi yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pemilu yang jujur dan adil adalah hak setiap warga negara yang harus diperjuangkan dan dijaga bersama.
Dalam semangat Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah, Bawaslu Way Kanan menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan konkret bersama seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, dalam menjalankan program-program pengawasan partisipatif. Bawaslu Way Kanan mengundang Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama terlibat dalam kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu, pelatihan kader pengawas partisipatif, serta pemantauan tahapan pemilu di lapangan.
Sinergi antara Bawaslu Way Kanan dan Pemuda Muhammadiyah diharapkan semakin menguat dari waktu ke waktu, demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang demokratis, bersih, dan berintegritas di Kabupaten Way Kanan — sebagai cerminan nyata dari cita-cita demokrasi yang diwariskan para pendiri bangsa.