Didepan Puluhan Pelajar, Sukindra Rahayu Ajak Generasi Muda Kasui Jadi Pemilih Cerdas dan Berani Tolak Politik Uang
|
Way Kanan, 17 Juli 2026 — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Siswa/i Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Kasui yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Way Kanan, Kamis (17/7/2026).
Kegiatan yang menyasar kalangan pelajar ini menjadi ruang strategis bagi Bawaslu Way Kanan dalam menanamkan kesadaran berdemokrasi sejak dini kepada generasi muda yang dalam waktu dekat akan menjadi bagian dari penentu arah demokrasi Kabupaten Way Kanan.
Sukindra membuka pemaparannya dengan menegaskan bahwa pendidikan politik bagi pelajar bukan sesuatu yang bisa ditunda. Ia mengingatkan bahwa para siswa yang hari ini duduk di bangku SMA adalah generasi yang dalam waktu dekat akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali — dan kesiapan mereka dalam memahami hak dan tanggung jawab sebagai pemilih akan sangat menentukan kualitas demokrasi yang dihasilkan.
“Adik-adik adalah generasi yang akan mewarisi dan menentukan arah demokrasi bangsa ini. Maka memahami politik bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau dihindari — justru ini adalah bekal paling penting yang harus kalian miliki sebelum menggunakan hak pilih kalian untuk pertama kalinya. Semakin dini kalian memahami demokrasi, semakin kuat fondasi demokrasi kita ke depan,” ujar Sukindra Rahayu.
Sukindra juga menekankan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan kritis — tidak sekadar datang ke TPS dan mencoblos tanpa memahami siapa yang dipilih dan mengapa.
“Menjadi pemilih bukan hanya soal datang ke TPS dan nyoblos. Yang terpenting adalah kalian tahu siapa yang kalian pilih, apa rekam jejaknya, apa visi dan misinya, dan apakah ia layak untuk memimpin. Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang memilih dengan hati nurani dan pertimbangan yang matang — bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tekanan, dan bukan karena iming-iming,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukindra juga menyinggung fenomena golput yang kerap dianggap sebagai bentuk protes namun justru merugikan kualitas demokrasi secara keseluruhan. Ia mendorong para siswa untuk memahami bahwa setiap suara memiliki nilai yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
“Golput bukan sikap yang bijak. Ketika kalian memilih untuk tidak memilih, kalian menyerahkan nasib daerah dan bangsa ini kepada orang lain untuk diputuskan. Suara kalian adalah hak konstitusional yang telah diperjuangkan dengan susah payah — terlalu berharga untuk diabaikan begitu saja. Gunakan suara itu dengan bertanggung jawab,” ujar Sukindra.
Pesan yang paling digarisbawahi Sukindra dalam kegiatan ini adalah keberanian untuk menolak politik uang — praktik yang dinilainya sebagai ancaman terbesar bagi kualitas demokrasi yang selama ini terus diupayakan.
“Politik uang adalah musuh terbesar demokrasi yang sehat. Ketika ada yang mencoba membeli suara kalian dengan uang atau barang, ingatlah bahwa harga diri kalian jauh lebih mahal dari itu. Berani menolak adalah tindakan yang mulia — dan jika kalian menemukannya, jangan diam. Laporkan kepada kami di Bawaslu. Karena melaporkan politik uang adalah cara paling nyata kalian berkontribusi untuk demokrasi yang bersih,” tegas Sukindra Rahayu.
Menutup pemaparannya, Sukindra menyampaikan pesan yang menginspirasi kepada seluruh siswa bahwa mereka bukan sekadar pemilih pemula yang harus diberi tahu — mereka adalah agen perubahan yang memiliki kekuatan nyata untuk membentuk wajah demokrasi Indonesia ke depan.
“Kalian bukan sekadar pemilih pemula. Kalian adalah agen perubahan. Di tangan generasi kalian lah demokrasi Indonesia akan menemukan wajah terbaiknya — atau justru terburuknya. Maka jadilah pemilih yang cerdas, kritis, dan berani. Karena pilihan kalian hari ini adalah masa depan bangsa ini esok hari,” pungkas Sukindra Rahayu di hadapan para siswa yang menyimak dengan antusias.
Kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan Kesbangpol Way Kanan dengan menghadirkan Ketua Bawaslu Way Kanan sebagai narasumber ini merupakan wujud nyata dari sinergi antarlembaga dalam membangun kesadaran politik generasi muda secara terstruktur dan berkelanjutan. Bawaslu Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah komunitas pelajar sebagai bagian dari program pendidikan pemilu yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat — karena generasi muda yang melek politik dan berintegritas adalah investasi terpenting bagi masa depan demokrasi Kabupaten Way Kanan.