Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Manjau, Cara Unik Bawaslu Way Kanan Dekati Pemilih dari Akar Rumput

Bws wk

Bawaslu Manjau,

Way Kanan — Sosialisasi pengawasan pemilu tidak selalu harus dilakukan di dalam ruangan ber-AC dengan meja dan kursi yang tertata rapi. Bawaslu Kabupaten Way Kanan membuktikan itu melalui sebuah pendekatan yang sederhana namun efektif — Bawaslu Manjau. Sebuah strategi sosialisasi yang lahir dari kesadaran bahwa cara terbaik menjangkau masyarakat adalah dengan mendatangi mereka langsung di tempat mereka berada, bukan menunggu mereka datang ke kantor.

Manjau — dalam bahasa setempat berarti berkunjung atau bertamu — menjadi semangat yang mendasari program ini. Bawaslu Way Kanan hadir langsung ke tengah masyarakat, mengetuk pintu, duduk bersama warga, dan berbicara dari hati ke hati tentang pentingnya pengawasan pemilu partisipatif dalam bahasa yang paling mudah dipahami.

Program Bawaslu Manjau lahir dari sebuah kegelisahan yang sederhana — bagaimana caranya memastikan pesan pengawasan pemilu benar-benar sampai ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di sudut-sudut kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota dan tidak terbiasa menghadiri forum sosialisasi formal. Jawabannya ternyata juga sederhana — datangi mereka, bukan tunggu mereka.

Dalam setiap pelaksanaan Bawaslu Manjau, jajaran Bawaslu Way Kanan bergerak dari satu titik ke titik lainnya — mengunjungi rumah-rumah warga, berkumpul bersama komunitas masyarakat, hingga hadir di forum-forum informal yang sudah lebih dulu ada di tengah kehidupan warga sehari-hari. Di setiap kunjungan itu, pesan yang dibawa selalu sama — bahwa pengawasan pemilu bukan hanya urusan Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama setiap warga negara.

Dua kelompok yang menjadi sasaran utama Bawaslu Manjau adalah pemilih pemula dan masyarakat umum. Pemilih pemula yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya mendapat perhatian khusus — mereka adalah kelompok yang paling membutuhkan edukasi tentang hak pilih, mekanisme pelaporan pelanggaran, bahaya politik uang, dan pentingnya memilih berdasarkan kesadaran sendiri bukan karena tekanan atau iming-iming dari pihak manapun.

Sementara kepada masyarakat umum, Bawaslu Way Kanan menyampaikan pesan yang lebih luas — bahwa mereka memiliki peran nyata dalam menjaga kemurnian suara di lingkungannya masing-masing. Mulai dari berani menolak politik uang, tidak segan melaporkan pelanggaran yang ditemukan, hingga memastikan data kependudukan keluarga selalu terbarui dalam daftar pemilih.

Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, mengungkapkan bahwa program Bawaslu Manjau lahir dari keyakinan bahwa kedekatan dengan masyarakat adalah kunci dari pengawasan partisipatif yang sesungguhnya.

“Bawaslu Manjau adalah cara kami berkata kepada masyarakat bahwa kami hadir bukan hanya saat pemilu tiba. Kami datang ke rumah-rumah, ke komunitas, ke tempat mereka berkumpul — karena kami percaya bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bawaslu dibangun bukan dari kantor, melainkan dari kedekatan yang nyata di lapangan,” ujar Sukindra Rahayu.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan manjau terbukti jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan pengawasan pemilu kepada masyarakat dibandingkan pendekatan formal yang kaku dan berjarak.

“Ketika kita datang ke rumah warga, duduk bersama mereka, berbicara dengan bahasa yang mereka pahami — pesan yang kita sampaikan masuk jauh lebih dalam. Mereka tidak merasa digurui, mereka merasa diajak berdiskusi sebagai sesama warga negara yang sama-sama ingin pemilu berjalan dengan jujur dan adil. Itulah kekuatan Bawaslu Manjau,” tegasnya.

Program Bawaslu Manjau juga membuka ruang dialog yang lebih bebas dan terbuka antara jajaran Bawaslu Way Kanan dengan masyarakat. Banyak pertanyaan, kekhawatiran, dan informasi dari masyarakat yang justru terungkap dalam format kunjungan informal ini — informasi yang mungkin tidak akan pernah tersampaikan jika masyarakat harus datang ke kantor atau menghadiri forum resmi yang lebih formal dan berjarak.

Kini, Bawaslu Manjau telah menjadi salah satu identitas dan kebanggaan Bawaslu Way Kanan dalam menjalankan fungsi sosialisasi pengawasan partisipatif. Sebuah bukti sederhana bahwa pengawasan pemilu yang kuat tidak selalu membutuhkan anggaran besar atau infrastruktur yang megah — yang dibutuhkan adalah keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman, mendatangi masyarakat, dan berbicara dari hati ke hati tentang arti penting demokrasi yang bersih dan berintegritas bagi kehidupan kita bersama.


 

Penulis dan Flayer : Azmi dan Incka AW

Editor : Humas