Sinergi Pramuka dan Pengawas Pemilu: Mengenal Peran Strategis Saka Adhyasta Pemilu di Way Kanan
|
WAY KANAN — Hubungan erat antara Gerakan Pramuka dan lembaga pengawas pemilihan umum berakar dari kesamaan nilai dasar, yakni jiwa patriotisme, kerelawanan, serta kecintaan mendalam terhadap tanah air dan bangsa. Pramuka sebagai wadah pendidikan non-formal memiliki semangat pengabdian yang selaras dengan misi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam menggerakkan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk konkret sinergi tersebut, Bawaslu membentuk Saka Adhyasta Pemilu (Satuan Karya Pramuka Adhyasta Pemilu). Kata "Adhyasta" sendiri memiliki arti pengawal, penjaga, atau pelindung keselamatan bangsa dan negara.
Saka Adhyasta Pemilu dibentuk sebagai wadah pendidikan khusus untuk menyalurkan minat, bakat, serta menggembleng anggota Pramuka agar aktif dalam mengawal integritas demokrasi. Secara rinci, tujuan dan fungsi pembentukan lembaga ini meliputi:
- Sarana Edukasi dan Sekolah Demokrasi: Menjadi pusat pembelajaran kepemiluan bagi generasi muda dan pemilih pemula agar memahami aturan, tahapan pemilu, serta mekanisme pengawasan.
Penguatan Pengawasan Partisipatif: Melibatkan simpul-simpul masyarakat khususnya kaum muda untuk turut serta mengawasi jalannya proses pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas.
- Pencegahan dan Pengawalan: Melalui krida-krida yang ada (seperti Krida Pengawasan, Pencegahan,serta Penanganan Pelanggaran), anggota pramuka dibekali keterampilan praktis untuk mengenali potensi pelanggaran pemilu di lapangan.
Menanggapi pentingnya pelibatan generasi muda melalui wadah kepramukaan ini, jajaran pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jejaring pengawasan partisipatif yang melibatkan unsur pemuda di bumi Ramik Ragom.
Anggota Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Arif Rahman, menyampaikan bahwa kehadiran wadah kepemudaan seperti Saka Adhyasta Pemilu memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu hingga ke akar rumput.
"Pramuka memiliki karakter kuat berupa kedisiplinan, kejujuran, dan jiwa korelasi sosial yang tinggi. Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kita tidak hanya melatih pemuda untuk memahami regulasi kepemiluan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif sejak dini agar mereka menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi yang bersih dari segala bentuk pelanggaran di Kabupaten Way Kanan," tegas Arif Rahman.
Dengan sinergi yang terbangun antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka, diharapkan kualitas pelaksanaan demokrasi ke depan semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas berkat partisipasi aktif kaum muda.