Lompat ke isi utama

Berita

Milad ke-65 IPM, Sukindra Ajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jadi Garda Muda Penjaga Demokrasi.

Bwsk

Sukindra Rahayu, 

Way Kanan, 18 Juli 2026 — Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ke-65 yang jatuh pada Sabtu, 18 Juli 2026. Momentum milad organisasi pelajar Islam terkemuka ini dijadikan Sukindra sebagai kesempatan untuk mengajak IPM agar semakin aktif berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi bangsa bersama Bawaslu Way Kanan.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang telah genap berusia 65 tahun merupakan salah satu organisasi pelajar tertua dan terbesar di Indonesia yang secara konsisten melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Selama enam dekade lebih, IPM telah membuktikan dirinya sebagai wadah pembentukan karakter pelajar yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kebangsaan yang tinggi.

Kiprah panjang IPM dalam kancah kepemudaan nasional menjadikannya salah satu mitra strategis yang sangat potensial bagi Bawaslu Way Kanan dalam mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif dan berbasis generasi muda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, menyampaikan ucapan selamat yang tulus sekaligus harapan besarnya kepada seluruh kader IPM di Kabupaten Way Kanan.

“Selamat Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Enam puluh lima tahun adalah perjalanan yang sangat panjang dan penuh dedikasi. Atas nama seluruh keluarga besar Bawaslu Way Kanan, kami mengucapkan selamat dan mendoakan agar IPM terus tumbuh menjadi organisasi pelajar yang semakin kuat, kritis, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Sukindra Rahayu.

Sukindra juga secara khusus menyampaikan harapannya agar IPM dapat menjadi mitra strategis Bawaslu Way Kanan dalam menjaga kemurnian demokrasi — khususnya melalui peran aktif kader-kadernya dalam pengawasan partisipatif pemilu.

“Kami berharap IPM tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi bangsa ini. Kader-kader IPM yang kritis, melek teknologi, dan memiliki jaringan yang luas hingga ke akar rumput adalah potensi luar biasa yang kami butuhkan dalam memperkuat pengawasan pemilu. Mari bersama Bawaslu Way Kanan, jadikan kader IPM sebagai garda muda penjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Way Kanan,” tegasnya.

Sukindra menambahkan bahwa nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam gerakan IPM — kejujuran, integritas, dan kepedulian terhadap sesama — sejalan dengan semangat pengawasan pemilu yang diperjuangkan Bawaslu.

“Nilai-nilai yang diajarkan IPM kepada kader-kadernya — jujur, kritis, dan peduli — adalah nilai yang sama dengan yang kami perjuangkan dalam setiap tahapan pengawasan pemilu. Maka sesungguhnya IPM dan Bawaslu memiliki satu semangat yang sama — menjaga agar demokrasi bangsa ini berjalan di atas rel kejujuran dan keadilan,” pungkas Sukindra Rahayu.

Bawaslu Way Kanan memandang organisasi pelajar seperti IPM memiliki peran yang sangat strategis dalam ekosistem pengawasan pemilu partisipatif. Dengan jaringan keanggotaan yang tersebar luas di berbagai sekolah dan komunitas, kader IPM berada dalam posisi yang sangat ideal untuk menjadi agen sosialisasi pengawasan pemilu di lingkungan masing-masing — mendidik teman sebaya tentang pentingnya pemilu yang bersih, menangkal penyebaran hoaks seputar pemilu, serta berani melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang mereka temukan kepada Bawaslu.

Bawaslu Way Kanan membuka pintu selebar-lebarnya bagi IPM untuk berkolaborasi dalam berbagai program pengawasan partisipatif — demi terwujudnya pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Way Kanan.

Selamat Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah
“Resonansi Alhoritma Pelajar Berdampak”

 

Penulis dan Foto : Azmi dan Incka AW

Editor : Humas