Jejak Pengawasan: Berdiri Tegak di Garis Terdepan, Lamli Buktikan Pengawas Pemilu Tak Mengenal Batas.
|
Way Kanan — Ada yang berbeda dari sosok pengawas yang berdiri tegak di depan TPS Desa Tanjung 3, Kecamatan Rebang Tangkas pada hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024. Adalah Lamli, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) yang sejak pagi sudah bersiaga di pos pengawasannya — memastikan setiap proses pemungutan suara berjalan jujur, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan seragam putih khas pengawas pemilu dan tas selempang di bahunya, Lamli berdiri penuh percaya diri menjalankan amanah yang dipercayakan kepadanya.
Bagi Lamli, hari itu bukan sekadar hari pencoblosan biasa. Itu adalah hari pembuktian — bahwa semangat mengabdi untuk demokrasi tidak pernah mengenal batas, tidak pernah mengenal kondisi, dan tidak pernah bisa dipadamkan oleh apapun.
Desa Tanjung 3 yang terletak di Kecamatan Rebang Tangkas menjadi saksi bisu bagaimana seorang Lamli menjalankan tugasnya sebagai PKD dengan penuh kesungguhan pada hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024. Sejak sebelum TPS dibuka, Lamli sudah lebih dulu hadir — memeriksa kesiapan logistik, memastikan tata letak TPS sesuai ketentuan, dan berkoordinasi dengan petugas KPPS yang bertugas.
Sepanjang hari pemungutan suara berlangsung, mata Lamli tak pernah lepas dari setiap detail proses yang terjadi di TPS. Ia mencatat, ia memantau, ia bersiaga — persis seperti yang diajarkan dalam pelatihan PKD yang ia ikuti sebelum hari H. Tidak ada yang terlewat dari pengamatannya.
Ketika penghitungan suara dimulai, Lamli tetap bertahan di pos pengawasannya. Setiap lembar surat suara yang dibuka, setiap angka yang dicatat dalam formulir C Hasil — semuanya dicermatinya dengan seksama hingga proses penghitungan tuntas dan kotak suara tersegel dengan aman.
Lamli bukanlah orang yang asing dengan tantangan. Sebagai penyandang disabilitas yang dipercaya menjadi PKD di Desa Tanjung 3, ia justru membuktikan bahwa semangat dan komitmen adalah modal utama seorang pengawas pemilu — jauh melampaui hal-hal lain yang sering kali dianggap sebagai prasyarat.
Keputusan Bawaslu Way Kanan untuk menempatkan Lamli sebagai PKD bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai sosok yang teliti, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian yang tulus terhadap jalannya proses demokrasi di lingkungannya. Kualitas itulah yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk menjaga kemurnian suara rakyat di Desa Tanjung 3.
Di hari pencoblosan itu, Lamli membuktikan bahwa pilihannya memang tidak salah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi yang ditunjukkan Lamli dalam menjalankan tugas pengawasan di hari pencoblosan Pilkada 2024.
“Lamli adalah salah satu contoh nyata bahwa pengawasan pemilu yang inklusif bukan sekadar wacana. Ia hadir, ia bertugas, dan ia menjalankan seluruh fungsinya sebagai PKD dengan sangat baik. Apa yang ia lakukan di Desa Tanjung 3 adalah bukti bahwa semangat menjaga demokrasi bisa datang dari siapa saja — dan itu adalah kekuatan terbesar yang kami miliki sebagai lembaga pengawas pemilu,” ujar Sukindra Rahayu.
Kehadiran Lamli sebagai PKD di Desa Tanjung 3 bukan kisah pengecualian — ia adalah bagian dari komitmen Bawaslu Way Kanan dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang benar-benar inklusif dan merepresentasikan seluruh lapisan masyarakat. Bawaslu Way Kanan meyakini bahwa setiap warga negara yang memiliki kompetensi, semangat, dan komitmen terhadap pengawasan pemilu berhak dan layak untuk menjadi bagian dari garda pengawasan pemilu — tanpa pengecualian dan tanpa diskriminasi dalam bentuk apapun.
Karena pada akhirnya, demokrasi yang sesungguhnya adalah demokrasi yang dirawat dan dijaga oleh semua — tanpa terkecuali.
Pilkada Serentak 2024 telah berlalu. Namun jejak yang ditinggalkan oleh Lamli di Desa Tanjung 3, Kecamatan Rebang Tangkas, akan terus menjadi cerita yang layak dikenang dan diteladani. Cerita tentang seorang pengawas yang berdiri tegak di garis terdepan demokrasi — bukan karena terpaksa, bukan karena ingin dipuji, tetapi karena ia percaya bahwa suara rakyat adalah sesuatu yang terlalu berharga untuk dibiarkan tanpa penjagaan.
Lamli, dengan seluruh semangat dan dedikasinya, telah membuktikan satu hal yang paling mendasar tentang pengawasan pemilu — bahwa yang dibutuhkan di garis terdepan demokrasi bukan hanya seragam dan atribut, tetapi hati yang tulus dan tekad yang tidak pernah goyah.
Penulis dan Foto : Azmi dan Zaynuri
Editor : Humas