Lompat ke isi utama

Berita

Wartawan Miliki Peran Strategis Dampingi Bawaslu Pasca Pemilihan Serentak 2024

Ll

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Bawaslu Way Kanan, Lukman Latip, menegaskan peran penting wartawan dalam menjaga keberlanjutan demokrasi pasca Pemilihan Serentak 2024, Jumat (8/8/2025).

Way Kanan – Pasca berakhirnya tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024, peran wartawan masih memegang posisi penting dalam membantu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menjaga transparansi dan akuntabilitas demokrasi di daerah.
Meski tahapan pemilu telah usai, tugas pengawasan terhadap kehidupan demokrasi dan edukasi politik masyarakat tetap berlanjut — dan media menjadi salah satu mitra utama dalam proses tersebut.

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Lukman Latip, menjelaskan bahwa wartawan bukan hanya pelapor peristiwa, tetapi juga agen informasi publik yang membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya partisipasi dan pengawasan demokratis.

“Setelah tahapan pemilu selesai, peran pers tetap vital. Wartawan membantu Bawaslu menyampaikan pesan pengawasan, mendorong transparansi, serta menumbuhkan kesadaran publik agar demokrasi tidak berhenti di bilik suara,” ujar Lukman, Jumat (tanggal menyesuaikan).

Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan insan pers menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu serta lembaga penyelenggara.

“Pers adalah jembatan antara lembaga pengawas dan masyarakat. Berita yang akurat dan berimbang dapat mencegah misinformasi dan memperkuat legitimasi hasil demokrasi,” tambahnya.

Selain itu, Lukman menilai bahwa pasca pemilihan, media berperan dalam mengawal proses penyelesaian sengketa, evaluasi pemilu, serta kegiatan pendidikan politik yang terus dilakukan Bawaslu di masa non-tahapan.

“Kami masih melakukan pendidikan pemilih, pengawasan partisipatif, dan pembinaan kelembagaan. Di titik inilah wartawan menjadi mitra strategis untuk menyebarkan informasi positif tentang demokrasi,” jelasnya.

Dengan peran pers yang aktif dan berintegritas, Bawaslu Way Kanan berharap proses demokrasi di Indonesia tidak berhenti pada tahap pemungutan suara, tetapi terus berlanjut menjadi budaya politik yang matang, kritis, dan bertanggung jawab.

Penulis dan Editor