Lompat ke isi utama

Berita

Tujuh Jurus Faktual Hadapi Hoaks, Bawaslu Ajak Masyarakat Lebih Cerdas

Flayer

Bawaslu mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam menyikapi informasi di era digital melalui tujuh jurus faktual melawan hoaks.

WAY KANAN — Di tengah derasnya arus informasi digital, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengajak masyarakat untuk lebih kritis, bijak, dan faktual dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama menjelang momentum politik dan Pemilu mendatang.

Melalui kampanye edukatif bertajuk “7 Jurus Faktual Hadapi Hoaks”, Bawaslu mengingatkan pentingnya mengedepankan logika dan emosi yang sehat sebelum mempercayai sebuah kabar.

Berikut tujuh langkah yang dapat diterapkan masyarakat:

  1. Fokus pada emosi. Kenali perasaan saat membaca informasi, karena hoaks sering memancing emosi seperti benci, takut, atau senang berlebihan.
  2. Amati menyeluruh. Jangan hanya baca judul, karena sering kali isi berita berbeda jauh dari judul yang sensasional.
  3. Periksa kredibilitas sumber. Pastikan informasi berasal dari media atau lembaga yang dapat dipercaya.
  4. Gunakan akal sehat. Jika informasi terasa tidak masuk akal atau terlalu bombastis, patut dicurigai.
  5. Ungkap fakta. Cek kebenaran melalui kanal periksa fakta resmi atau lembaga otoritatif.
  6. Waspadai penyebar. Hindari dan tandai akun atau sumber yang sering menyebarkan kabar palsu.
  7. Luruskan informasi. Sebarkan versi faktual agar publik tidak terus disesatkan oleh kabar keliru.

Anggota Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, mengatakan, edukasi semacam ini penting agar masyarakat tidak mudah termakan isu menyesatkan.

“Hoaks bisa merusak kepercayaan publik dan mengganggu stabilitas demokrasi. Dengan tujuh jurus ini, masyarakat bisa jadi garda terdepan melawan disinformasi,” ujarnya, Sabtu (11/5/2025).

Bawaslu berharap gerakan literasi digital ini dapat membangun budaya verifikasi dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang publik yang sehat, aman, dan bebas dari kabar palsu.

Penulis dan Editor : Nurul Azmi