Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Partisipasi Publik, Bawaslu Dorong Pendidikan Politik Lewat Tatap Muka dan Platform Daring

Sukindra Rahayu

Ketua Bawaslu Sukindra Rahayu menegaskan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, baik secara langsung maupun daring, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas. Ujarnya saat dikonfirmasi oleh tim humas Bawaslu Way Kanan, Sabtu (1/3/2025).

Way Kanan – Dalam upaya memperkuat partisipasi masyarakat dan membangun kesadaran politik yang sehat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai bahwa pendidikan politik harus dijalankan dengan berbagai metode, baik tatap muka langsung maupun melalui platform daring. Langkah ini dianggap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menjadi strategi untuk memperluas jangkauan edukasi demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Way Kanan, Sukindra Rahayu, menyampaikan bahwa pendidikan politik tidak boleh berhenti pada momentum pemilu saja. Menurutnya, pengawasan yang kuat harus lahir dari masyarakat yang memahami hak dan tanggung jawab politiknya.

“Pendidikan politik mesti dilakukan secara konsisten, baik lewat kegiatan langsung seperti sosialisasi dan diskusi publik, maupun melalui media digital. Dengan cara ini, kita bisa memperkuat pengawasan serta melibatkan masyarakat luas dalam menjaga integritas pemilu,” ujar Sukindra, Senin (1/3/2025).

Ia menambahkan, transformasi metode pendidikan politik menjadi keniscayaan di era informasi. Bawaslu Way Kanan, lanjutnya, secara aktif mengembangkan strategi edukasi berbasis kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan media.

“Kami percaya bahwa semakin banyak masyarakat memahami fungsi pengawasan, semakin kecil peluang terjadinya pelanggaran pemilu. Ini sejalan dengan semangat Bawaslu untuk membangun demokrasi yang partisipatif dan berintegritas,” tambahnya.

Langkah tersebut juga sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menekankan pentingnya peran Bawaslu dalam melakukan pencegahan pelanggaran serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Melalui kombinasi metode offline dan online, Bawaslu berharap kegiatan pendidikan politik ke depan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat — terutama generasi muda yang aktif di dunia digital — demi mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Penulis dan Editor : Nurul Azmi