Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi, GP Ansor Jadi Salah Satu Mitra Strategis Bawaslu Way Kanan dalam Pengawasan Pemilu

Gp

Gerakan Pemuda (GP) Ansor tak hanya berkiprah di bidang sosial dan keagamaan, tapi juga berperan aktif dalam memperkuat pengawasan partisipatif bersama Bawaslu Way Kanan demi terwujudnya pemilu yang jujur dan berintegritas.

WAY KANAN — Dalam upaya membangun pengawasan Pemilu yang partisipatif dan berkeadilan, Bawaslu Kabupaten Way Kanan menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, salah satunya Gerakan Pemuda Ansor. Organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga stabilitas sosial selama tahapan Pemilu berlangsung.

Ketua Bawaslu Way Kanan, Sukindra Rahayu, menjelaskan bahwa keberadaan GP Ansor menjadi mitra strategis lembaga pengawas Pemilu, terutama dalam hal edukasi politik dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kejujuran dan netralitas dalam proses demokrasi.

“GP Ansor memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Dengan semangat kebangsaan yang mereka miliki, Bawaslu terbantu dalam mendorong pengawasan berbasis masyarakat agar potensi pelanggaran bisa dicegah sejak dini,” ujar Sukindra.

Selain itu, para kader Ansor juga aktif dalam kegiatan sosialisasi politik damai, kampanye anti-hoaks, dan edukasi pemilih pemula. Keterlibatan mereka dianggap sebagai bagian dari implementasi pengawasan partisipatif, sesuai amanat Pasal 93 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, menambahkan bahwa GP Ansor telah berperan nyata dalam mendukung upaya pencegahan pelanggaran Pemilu di lapangan.

“Kami melihat GP Ansor memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Mereka aktif membantu memberikan pendidikan politik yang sehat di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda,” jelas Arif.

Arif juga menegaskan, kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor menjadi bagian penting dari strategi Bawaslu untuk membangun pengawasan yang tidak hanya reaktif, tapi juga proaktif.

“Pemilu bukan hanya milik penyelenggara, tapi milik seluruh rakyat. GP Ansor menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat bisa ikut menjaga kualitas demokrasi dengan cara yang santun dan konstruktif,” tutupnya.

Melalui sinergi ini, Bawaslu Way Kanan berharap pengawasan partisipatif semakin kuat, serta lahir budaya politik yang lebih jujur, damai, dan beretika—sesuai semangat perjuangan GP Ansor yang selama ini konsisten menjaga nilai ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ atau cinta tanah air adalah bagian dari iman.

Penulis dan Editor : Nurul Azmi