Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Lukman Latip : Siswa Jadi Generasi Anti Politik Uang dan Peduli Demokrasi
|
Way Kanan — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran politik di kalangan generasi muda, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMA Negeri 1 Blambangan Umpu, Selasa (2/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula, untuk turut serta mengawasi jalannya Pemilu dan Pilkada agar berlangsung jujur dan adil.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Way Kanan, Lukman Latip, menjelaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam membangun budaya politik yang sehat. Menurutnya, kesadaran demokrasi harus ditanamkan sejak dini agar para siswa tidak mudah terpengaruh praktik kotor seperti politik uang dan berita bohong (hoaks).
“Pemilih muda adalah penjaga masa depan demokrasi. Mereka harus paham bahwa memilih itu bukan soal imbalan, tapi soal tanggung jawab terhadap bangsa,” ujar Lukman.
Ia menambahkan, Bawaslu ingin agar siswa tidak hanya datang ke TPS saat hari pemilihan, tetapi juga aktif sebagai pengawas partisipatif, yang berani melaporkan dugaan pelanggaran di sekitar mereka.
“Kami ingin menanamkan nilai keberanian dan kejujuran. Kalau generasi muda berani menolak pelanggaran, maka Pemilu kita akan semakin berkualitas,” tegasnya.
Melalui sosialisasi seperti ini, Bawaslu berharap pelajar menjadi agen perubahan demokrasi, yang mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk ikut mengawasi proses Pemilu secara kritis namun santun.
Kegiatan berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab seputar hukum Pemilu dan peran masyarakat dalam pengawasan. Antusiasme siswa menunjukkan bahwa semangat partisipatif di kalangan generasi muda Way Kanan terus tumbuh.
Penulis dan Editor: Nurul Azmi