Bawaslu Way Kanan Siapkan Peta Kerawanan dan Edukasi Publik Sejak Dini untuk Pemilu Berikutnya
|
WAY KANAN – Arif Rahman, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Way Kanan, menyebut bahwa pengawasan yang efektif tidak bisa hanya dilakukan saat tahapan pemilu dimulai. Pencegahan harus dilakukan jauh hari, termasuk dengan membangun literasi politik dan kesadaran hukum masyarakat.
“Kami sedang menyusun peta kerawanan berbasis data hasil pengawasan Pemilu 2024. Dari situ kami bisa tahu wilayah mana yang perlu perhatian lebih dan bagaimana strategi pencegahannya,” jelas Arif, Senin (31/3).
Ia menjelaskan bahwa Bawaslu tengah mempersiapkan rencana aksi pencegahan jangka menengah, seperti sosialisasi kepemiluan ke sekolah, desa, dan komunitas pemuda. Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi juga tanggung jawab bersama.
“Pendidikan politik adalah investasi demokrasi. Kalau masyarakat sadar sejak dini, pelanggaran bisa ditekan tanpa harus menunggu tahapan dimulai,” tambahnya.
Selain edukasi publik, Bawaslu Way Kanan juga menyiapkan sistem pelaporan cepat berbasis digital agar masyarakat bisa lebih mudah mengirimkan informasi dugaan pelanggaran. Upaya ini merupakan bagian dari program Bawaslu Go Digital, yang terus dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.
Arif menegaskan bahwa pihaknya juga memperkuat jejaring pengawasan dengan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan media lokal. Kolaborasi ini dianggap penting untuk memperluas jangkauan pengawasan dan memastikan integritas proses pemilu mendatang.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi juga pengawas aktif. Dengan begitu, demokrasi di Way Kanan bisa semakin kuat dan partisipatif,” ujarnya.
Langkah ini menegaskan komitmen Bawaslu Way Kanan untuk terus hadir sebagai lembaga pengawas yang bekerja berkelanjutan, bahkan di luar masa tahapan pemilu, demi mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat.
Penulis dan Editor : Nurul Azmi