Bawaslu Way Kanan Ikuti Konsolidasi Nasional Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu 2025
|
Jakarta — Bawaslu Way Kanan turut hadir dalam Konsolidasi Nasional Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Pengawasan Pemilu yang diselenggarakan pada 7–10 Desember 2025 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta. Kegiatan berskala nasional tersebut diikuti lebih dari 1.300 peserta dari seluruh Indonesia dan menjadi agenda strategis Bawaslu dalam mempersiapkan pengawasan Pemilu ke depan.
Acara dibuka dengan penampilan tarian daerah, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Pengawas Pemilu, doa, serta laporan panitia oleh Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi, Drs. Yuda Setiawan, M.M. Dalam laporannya, Yuda menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan kesiapan Bawaslu dalam menghadapi dinamika Pemilu mendatang. Ia juga menyampaikan bahwa terdapat empat sesi diskusi panel yang akan berlangsung mulai Selasa, serta agenda penganugerahan ESLA 2025 bagi ketua Bawaslu Provinsi yang telah melalui proses wawancara pada 6–7 Desember 2025.
Sekretaris Jenderal Bawaslu, Dr. (C) Drs. Ferdinand Eskol Tiar Sirait, M.H., M.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan kelembagaan yang matang. Ia mengingatkan bahwa Bawaslu harus semakin adaptif dalam menghadapi tantangan, termasuk pengisian 587 jabatan kosong di 261 kabupaten/kota yang menuntut kompetensi substantif dan integritas pegawai.
Sementara itu, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Totok Hariyono, S.H., menegaskan bahwa pengawas pemilu bukan sekadar pekerja teknis, tetapi “pekerja demokrasi” yang memikul tanggung jawab moral dalam menjaga nilai-nilai reformasi dan integritas penggunaan anggaran negara.
Dari sisi penguatan substansi pengawasan, Kordiv PP Datin, Dr. Puadi, M.M., menyoroti semakin kompleksnya tantangan Pemilu. Menurutnya, kualitas kepemimpinan di setiap level menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengawasan yang adaptif, berintegritas, dan dipercaya publik. Ia juga menekankan peran ESLA 2025 sebagai standar baru kepemimpinan di lingkungan pengawas pemilu.
Kordiv P2H Bawaslu RI, Lolly Suhenti, S.Sos.I., M.H., mengingatkan bahwa konsolidasi merupakan momentum memperkuat karakter kelembagaan, yang bertumpu pada tiga pilar utama: integritas, profesionalitas, dan kedekatan dengan masyarakat. Sementara itu, Kordiv SDMOD, Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H., menekankan agenda transformasi Bawaslu menuju lembaga yang digital, modern, dan adaptif dalam menghadapi Pemilu 2029, termasuk penguatan inovasi melalui Bawaslu Learning Institute dan pengembangan LMS Bawaslu.
Puncak agenda diisi dengan sambutan Ketua Bawaslu RI, Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M. Bagja menyampaikan dua agenda besar Bawaslu ke depan, yaitu penguatan pengawasan partisipatif dan pembenahan kelembagaan. Ia menegaskan visi Bawaslu 2025–2029, yaitu memperkokoh demokrasi substansi melalui pengawasan Pemilu yang berintegritas menuju Indonesia Emas.
Acara ditutup dengan pembukaan resmi konsolidasi nasional dan sesi foto bersama seluruh peserta.
Ketua Bawaslu Way Kanan, Sukindra Rahayu, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan konsolidasi nasional ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu Way Kanan merupakan bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu di Way Kanan.
“Konsolidasi nasional ini sangat penting bagi kami di daerah. Materi yang disampaikan para pimpinan Bawaslu RI memperkuat perspektif kami bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya soal teknis, tetapi soal integritas, kepemimpinan, dan pelayanan kepada publik. Bawaslu Way Kanan berkomitmen untuk membawa semangat ini pulang, agar pengawasan di tingkat Kabupaten semakin profesional, adaptif, dan dapat dipercaya masyarakat,”ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu Way Kanan siap mendukung agenda nasional Bawaslu dalam mewujudkan pengawasan Pemilu yang jujur, adil, dan semakin partisipatif.
Penulis dan Editor : Nurul Azmi