Bawaslu Way Kanan Ajak Masyarakat Hadapi Hoaks dengan Pikiran Jernih dan Fakta
|
WAY KANAN — Menyikapi maraknya penyebaran informasi palsu di ruang digital, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Way Kanan mengajak masyarakat untuk tetap tenang, kritis, dan faktual dalam menanggapi setiap kabar yang beredar, terlebih pasca pemilu.
Ketua Bawaslu Way Kanan, Sukindra Rahayu, menegaskan bahwa hoaks adalah musuh bersama karena dapat merusak tatanan sosial dan mencederai kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
“Hoaks bukan hanya masalah informasi, tapi juga bisa memecah belah masyarakat. Maka penting bagi kita semua untuk melawan dengan cara berpikir rasional dan memeriksa kebenaran setiap berita,” ujarnya, Sabtu (12/5/2025).
Sukindra menjelaskan, Bawaslu terus menggaungkan “7 Jurus Faktual Hadapi Hoaks” sebagai panduan sederhana agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar menyesatkan. Gerakan ini mencakup cara mengenali emosi, mengecek sumber, hingga meluruskan informasi yang salah.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Way Kanan, Arif Rahman, menambahkan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga di dunia maya.
“Sekarang perang hoaks bisa terjadi di media sosial. Karena itu, literasi digital masyarakat jadi benteng utama untuk menjaga pemilu tetap jujur dan adil,” jelasnya.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Bawaslu Way Kanan berharap masyarakat dapat menjadi pengawas aktif (menjelang/pasca Pemilu) dan pelindung demokrasi, bukan sekadar penerima informasi pasif.
Penulis dan Editor : Nurul Azmi